Jumat, 05 Maret 2010

4 Prinsip hidup

4 Prinsip Hidup

Setiap hari kita berinteraksi dengan begitu banyak orang. Di keluarga, di tempat kerja, di sekolah, atau dimanapun kita akan membuat hubungan dengan begitu banyak orang. Tidak jarang, tiba-tiba timbul persoalan atau juga konflik dalam hubungan kita dengan orang lain. Tapi, itulah hidup! Namun, bagaimana kita menyikapi konflik tersebut? Apakah kita percaya bahwa Tuhan bisa memakai orang-orang di sekitar kita, bahkan yang sedang berkonflik dengan kita, untuk membentuk karakter dalam hidup kita? Jika kita ingin memaknai hidup dengan cara seperti itu, kita perlu 4 prinsip hidup berikut dalam berhubungan dengan orang lain :

1. Jagalah hati. Firman Tuhan berkata : " Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Ketika kita menerima kata-kata atau perlakuan yang menyakitkan, jagalah hati. Jika kita bisa menjaga kondisi hati kita untuk tidak mudah terpengaruh emosi dan tindakan orang lain, kita akan mampu melepaskan pengampunan dan lepas dari belenggu sakit hati.

2. Jagalah perkataan. Kita tidak hanya perlu memperhatikan apa yang kita ucapkan, tetapi juga cara mengucapkannya. Ada kalanya hanya karena salah ucap, atau nada suara dan ungkapan sinis bisa memancing sebuah pertengkaran. Hindarilah perkataan-perkataan yang tajam dan tidak perlu.

3. Jangan ungkit kegagalan masa lalu. Ingat, mungkin kita sedang bicara dengan orang yang pernah gagal di masa lalu. Daripada mengungkit-ungkit masa lalu yang bisa menimbulkan kesalahpahaman, lebih baik membicarakan hal-hal yang sekarang.

4. Jangan menunjukkan perkataan yang sombong. Tidak perlu memuji diri karena sebuah perbuatan yang pernah kita lakukan. Sikap rendah hati adalah kunci dalam menjalin komunikasi yang positif. Belajarlah untuk bersukacita ketika orang lain menerima pujian, sekalipun saat itu kita pun layak menerimanya.

Belajarlah setiap hari untuk mendatangkan damai sejahtera bagi setiap orang.

" ...sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka. "
( 1 Tesalonika 4 : 12 )

Rabu, 03 Maret 2010

Mission trip

" Mission Trip "


Ngmong-ngomong soal misi, dalam hidup stiap orang punya misi yang berbeda-beda.
di kampus saya, stiap tahun sekali akan diadakan mission trip ke pedesaan yang dimana, tujuan kami untuk menangkan jiwa" bagi Tuhan. "Matius 28:19-20"

saya udah 2x mengikuti program misi. yg pertama adalah misi saya ke sulawesi utara. itu sangat berkesan. yang dimana, saat menjalani misi di sulawesi utara. saya bersama team misi melakukan perjalanan diberbagai desa, dan di sana banyak hal yang kami buat bukan hanya untuk memberkati jiwa-jiwa di sana, tetapi juga dapat memberkati saya pribadi dan team kami. sehingga kami pulang ke jakarta bukan dengan membwa tangan kosong tetapi membwa berkat dan suka cita karena bisa menjadi bekat bagi banyak orang.

di sulawesi utara, daerah-daerah yang kami kunjungi adalah : Gorontalo, Amurang, Bolang mongondo,dan di kota manado. di sana kami diajarakan untuk saling berbagi dan menerima apapun yang diberikan jemaat bagi kami. mulai dari makan, tempat tinggal,dll.

Dan bagaimana kita memiliki hati hamba yang mau dengan rela mengasihi dan hidup di dalam kebenaran akan Allah. dan juga belajar bersyukur. saat tidur di manapun , bagaimana jemaat disitu, tempat tinggalnya, semua yang kita alami disna mengajarkan kita untuk tetap bersyukur.

Banyak pengalaman-Pengalaman rohani yang kami alami. yang membuat kami lebih mendekatkan diri pada Allah. dan bagaimana untuk menjaga hubungan kita dengan Allah.

Selanjutnya, misi saya yang kedua di kota kelahiran saya sendiri. bersama team kita dari kampus. banyak hal yang kami dapat dan terutama saya pribadi. saya diajarkan untuk tetap bersyukur. stiap hal yang saya alami, apapun itu saya harus bisa tetap bersyukur.
dan saya sangat diberkati dengan adanya misi tersebut.

tidak semua orang bisa bersyukur dalam kesulitan mereka, tetapi saat saya pelayanan misi ke ambon, saya diajarkan untuk benar" bersyukur dengan hidup saya, nafas saya, keadaan saya, apapun yang saya alami hari ini tetap harus lontarkan rasa syukur saya sama Tuhan. jemaat di ambon.. terutama di desa seram (Elapaputy samasuru) disana adalah desa yang sangat jauh dari perkotaan. saat saya besrsama team kami ke suatu daerah yang diamana, jemaat di desa itu saat mau beribadah, dia harus benar-benar siap mau berkorban.

meski harus melewati hutan untuk ke gereja, melewati 3 sungai. yang dimana jalanan yang becek, kotor, mereka tetap mau bersemangat untuk datang pada-Nya. hikmanya sangat besar buat saya pribadi.

mereka untuk datang pada Tuhan (untuk beribadah), harus melewati berbagai hal, sedangkan saya pribadi yang dimana ke gereja, ibadah, datang pada Tuhan bukanlah hal yang sulit. jadi, dari pengalaman-pengaaman tersebut, saya tetap mau bersyukur dan melakukan yang terbaik untuk Tuhan.

Dan disana kami melayani orang sakit (gangguan pencernaan). yang dimana, pria tersebut yang menderita penyakit gangguan pencernaan sudah susah bernafas sehingga memakai oksigen. dan saat itu kami team misi berdoa dengan iman percaya kami agar dia diselamatkan sesuai kehendak Tuhan. tetapi pagi'nya, saya mendengar berita bahwa pria tersebut meninggal dunia. disitu kami semua sudah tidak bisa berkomentar apa-apa. selain berdoa agar dia diterima disisi Tuhan yang maha kuasa.

Mulai dari saat itu saya lebih diingatkan Tuhan untuk tetap bersyukur dalam hal-hal kecil. terutama nafas kehidupan kita. biarlah hidup kita dipenuhi dengan pujian,penyembahan, rasa syukur dan mau merenungkan Firman siang dan malam. JBU all